Di facebook, ada salah seorang teman saya yg ngetag saya dlm sebuah notes. Notesnya sangat bagus dan menginspirasi jadi pengen saya copy jg di blog biar temen2 yg lain bisa membacanya
Here Goes:
Sebelum berlaku “Penyesalan datang terlambat”
Kemarin Ramadhan melihatku menangis tersedu-sedu. Aku menangisi kepergiannya.
Lalu, ia berkata: “Untuk apa engkau menangis? Bukankah engkau bisa melakukan apa yang sama di bulan-bulan lain sepertiku? Simpan saja air mata itu.”
“Kenapa?” aku heran mengapa ia seperti itu kepadaku.
“Ya, karena sesungguhnya air matamu itu tidak ada gunanya jika tidak menjadi saksi bahwa engkau mau berubah di bulan-bulan yang lain. Bersamaku engkau peroleh rahmat, ridha, dan ampunan-Nya. Aku juga telah bersama ummat manusia sebelum kamu lahir. Maka, engkau merugi jika tidak memanfaatkan sebesar-besarnya kebersamaanku denganmu agar kamu segera menjadi orang yang taqwa,” jawabnya panjang lebar.
“Jadi engkau akan pergi begitu saja?” tanyaku.
“Ya, aku akan pergi karena sedetik pun aku tidak akan kembali. Aku telah bersama kehendak Allah SWT. Berharaplah engkau agar bisa menemukan kebersamaan lagi denganku di tahun-tahun mendatang walaupun memang umurmu hanya Allah Yang Maha Mengetahuinya. Tapi…..” ia berhenti sejenak.
“Tapi apa?” aku penasaran.
“Aku ucapkan selamat karena sesungguhnya kebersamaan kita bagimu di bulan-bulan lain akan sungguh sulit. Selamat karena engkau telah menuntaskan tugas kewajiban dari Allah SWT. Bergembiralah bukan karena engkau telah terbebas dari kebersamaanku. Bergembiralah karena titah dari Allah SWT telah selesai engkau tunaikan. Bergembiralah menyambut kesempatan yang lebih menantang di bulan-bulan mendatang. Rindukan aku di bulan-bulan lain!
Semoga Allah SWT telah menjadikanmu orang bertaqwa. Amin. Allahu akbar!”
ia pergi seiring datangnya hilal.
Created by Irvanu Rahman


